Puisi

Wanita Ular

Masihkah kau ingat? Gelak tawa di kelas tak bersyarat Sunyi kelam di kala mengenang jagat Raut indah senyummu kuingat pekat Masihkah kau sadar? Senyum palsu kau tebarkan ke lelaki-lelaki gusar Suara manja kau lantunkan untuk menarik pasar Oh persetan kau wanita ular Masihkah kau bersama dengannya? Oh sungguh nestapa merianginya Semoga dia yang menyadarkanmu akan… Continue reading Wanita Ular

Fiksi · Hidup · Non-Fiksi

Senin dan Jumat

  Aku ingat senin siang kala pertama melihat parasnya dibalik hiruk pikuk kantek. Anggun, indah, manis, entahlah aku bingung memilih diksi apa untuk menggambarkannya. Wajahnya tak perlu melakukan usaha yang lebih untuk tersenyum. Rambutnya yang bergelombang digerai terbagi menjadi dua sisi yang sama indahnya. Aku melihatnya bagaikan gadis yang hidup di era 70-an, tenang, bersahaja,… Continue reading Senin dan Jumat