Fiksi · Hidup · Non-Fiksi

Senin dan Jumat

  Aku ingat senin siang kala pertama melihat parasnya dibalik hiruk pikuk kantek. Anggun, indah, manis, entahlah aku bingung memilih diksi apa untuk menggambarkannya. Wajahnya tak perlu melakukan usaha yang lebih untuk tersenyum. Rambutnya yang bergelombang digerai terbagi menjadi dua sisi yang sama indahnya. Aku melihatnya bagaikan gadis yang hidup di era 70-an, tenang, bersahaja,… Continue reading Senin dan Jumat

Uncategorized

Dasar, pengecut

Ini bukan mengenai┬áketertarikanku kepadamu, tapi ini mengenai ketidakberanianku menatap matamu. Betapa sulitnya untuk berkenalan dengan seseorang tanpa didasarkan apapun. Tidak ada kepentingan maupun relasi. Hanya berdasarkan rasa ingin berkenalan, namun pandangan orang kekinian menganggap orang-orang yang berkenalan tanpa dasar adalah orang-orang yang menyeramkan, creepy, terutama ketika berkenalan dengan lawan jenis. Padahal, dulu, semudah itu orang… Continue reading Dasar, pengecut

Hidup

Senin dan Jumat

Senin dan Jumat. Mungkin adalah hari-hari yang sangat aku tunggu kehadirannya. Senin. Hari di mana aku mulai beraktivitas kembali layaknya kebanyakan mahasiswa. Kembali menuntut ilmu, dengan membawa harapan orang tua. Kembali mempertanyakan apakah aku akan melakukan hal yg bermanfaat untuk hari-hari berikutnya. Awal di mana aku memulai hari dengan berkelana dari Bintaro menuju Depok. Tangerang-Jakarta-Depok… Continue reading Senin dan Jumat