Uncategorized

Linearisasi

Sekarang hampir jam setengah 9 pagi di ruang S.403 di hari senin yang lumayan hectic, bagi sebagian orang, bukan gua. Seperti kebanyakan orang yang rajin belajar, selalu aja setiap pagi semuanya ribut mereview apa aja yang udah mereka pelajarin buat ujian.

Bagi gua itu wasting time, berisik, nggak efektif. Gua lebih memilih untuk diam dan tidur dibandingkan memilah kembali lembaran-lembaran yang memuakkan pikiran. Ntahlah, mungkin gua sepede itu sama kemampuan gua, jadi gua nggak seheboh yang lain.

Bincang-bincang perempuan jadi alunan-alunan suara yang memekikkan. Dinginnya pendingin ruangan ngebuat gua meringkuk kedinginan. Kantuk pagi menyerang gua dari tadi pagi ketika menyetir. Ah rasanya ingin tidur di mustek.

Setengah jam lagi ujian aljabar linear. Hah..
Akhirnya semuanya selesai, matkul yang selalu bikin gua ngantuk karena dosennya. Akhirnya akan selesai.

Hahahahaha temen gua baru aja ngetawain gua karena nulis tulisan nggak penting ini. Yaudahlah ya, daripada berisik.

Di sela-sela ini gua memikirkan kesedihan. Faktanya bahwa akan ada liburan selama 3 bulan. Di saat itu juga gua nggak akan melihat lu. Di saat itu juga nggak ada hari senin dan jumat di kantek. Di saat itu juga nggak ada lagi keajaiban kutek.

Di saat itu juga gua berharap semua akan terulang kembali.

Harapan yang linear dengan usaha yang gua lakukan selama ini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s