Cerita · Hidup

Adis

Kau adalah matahari.
Namamu dari bahasa sanskerta.
Dulu kukira namamu Gadis.
Ternyata kau dimulai dari kunci A bukannya G.
Sekarang kau benar-benar menjadi gadis.

Cerah, bersinar, terang.
Kaulah matahari yang menyinari hari-hariku di Puncak, sembilan tahun yang lalu.

Kaulah matahari yang memiliki rotasi paling janggal di dunia.
Terbit sekejap, namun tenggelam bertahun-tahun.

Di duniaku tidak ada bulan.
Adanya bintang-bintang yang sama jenisnya dengamu.
Namun kaulah bintang pertama yang membuatku gugup tak bergerak.

Sembilan bulan yang lalu.
Kita bertemu kembali.
Kau tetap membuatku berdiam diri.
Kau tetap cantik walau terbaring sakit.
Manis senyummu menundukkan kepalaku.

Hampir setengah dasawarsa kau tenggelam.
Sinarmu tetap sama.
Sinarmu mengingatkanku akan jagung bakar di tangga villa itu.

Kini kau tenggelam lagi.
Entah kapan kau akan muncul kembali.
Apakah aku harus pergi ke belahan dunia lainnya hanya untuk melihat wujudmu?

Tak usahlah.

Biar aku menunggu.

Menunggu rotasi berikutnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s